sikoracerestia.com - Pernahkah Anda merasakan adrenalin saat menekan tombol "Summon" atau "Pull" di game favorit Anda? Cahaya emas muncul, dan boom! Karakter langka didapatkan. Bagi pemain, itu adalah momen euforia. Tapi pernahkah Anda membayangkan posisi mereka yang membuat tombol tersebut? Menjadi developer game gacha sering dianggap sebagai jalan pintas menuju kekayaan di industri game. Namun, realitanya tidak seindah kilauan SSR (Super Super Rare). Mari kita masuk ke balik layar dan membedah untung ruginya.

Untung developer game gatcha

Mari kita mulai dengan hal-hal manis. Kenapa model bisnis ini begitu menjamur?

1. Pendapatan Berkelanjutan

Berbeda dengan game beli-putus (seperti game konsol seharga Rp700.000 sekali bayar), game gacha adalah layanan. Bayangkan Anda tidak menjual satu roti kepada pelanggan. Anda menjual tiket berlangganan ke toko roti Anda setiap hari. Selama server hidup dan update berjalan, uang terus mengalir. Bahkan game gacha yang "biasa saja" bisa menghasilkan pendapatan stabil selama bertahun-tahun.

2. Kekuatan Para "Sultan" 

Dalam dunia gacha, ada istilah Whales atau di Indonesia sering disebut "Sultan". Ini adalah segelintir pemain (biasanya 1-2% dari total populasi) yang rela menghabiskan jutaan hingga ratusan juta rupiah demi karakter favorit mereka. Developer tidak perlu membuat semua orang membayar. Cukup puaskan para Sultan ini, dan biaya operasional studio seringkali sudah tertutup.

3. Umur Game yang Panjang

Game cerita linier biasanya tamat dalam 20 jam. Game gacha? Bisa dimainkan selama 5 tahun lebih. Ini memberi developer waktu untuk membangun komunitas yang loyal, menjual merchandise, hingga membuat adaptasi anime. Jika Anda adalah developer, mana yang Anda pilih?

A. Menjual game mahal sekali saja, tapi harus cari ide baru tahun depan.

B. Memberikan game gratis, tapi harus memutar otak agar pemain mau "jajan" setiap bulan.

Kebanyakan developer gacha memilih opsi B karena potensi cuan jangka panjang yang lebih besar.

Kerugian developer game gatcha

Jangan buru-buru mendaftar jadi developer gacha dulu, karena di balik potensi uang yang besar, ada "monster" yang harus dilawan. Tantangan terberatnya adalah apa yang disebut sebagai Content Treadmill atau lari di tempat tanpa henti. Pemain gacha memiliki "rasa lapar" yang luar biasa; mereka bisa menghabiskan konten update Anda hanya dalam dua hari, padahal tim Anda membuatnya siang malam selama dua bulan. Jika Anda terlambat update, pemain akan bosan dan pergi. Jika Anda memaksakan update terlalu cepat, tim developer Anda akan mengalami kelelahan mental (burnout) dan kualitas game akan anjlok. Ditambah lagi, persaingan di pasar saat ini sudah sangat berdarah-darah. Dengan ribuan game baru rilis setiap bulan, biaya marketing untuk mendapatkan satu pemain baru menjadi sangat mahal, membuat studio kecil seringkali kalah napas melawan raksasa industri sebelum sempat berkembang.

Selain masalah produksi, developer juga harus memiliki mental sekuat baja menghadapi tekanan eksternal. Hubungan antara developer dan pemain gacha seringkali menjadi hubungan yang toxic karena melibatkan uang dan keberuntungan. Ketika pemain menghabiskan uang namun tidak mendapatkan karakter yang diinginkan, amarah mereka bisa meledak dalam bentuk review bombing, di mana rating game Anda dijatuhkan secara massal hanya dalam semalam. Belum lagi ancaman regulasi pemerintah yang semakin ketat; karena mekanisme gacha sangat mirip dengan judi, banyak negara mulai menerapkan aturan pembatasan yang rumit. Salah langkah sedikit saja dalam mematuhi aturan ini, game Anda bisa terancam blokir total di suatu negara, memutus aliran pendapatan secara instan.

Gambar: https://www.hoyolab.com/home

Jadi, apakah akhirnya akan untung atau buntung? Jawabannya tidak hitam putih, melainkan bergantung pada seni menjaga keseimbangan. Developer gacha yang sukses bertahan lama di era modern ini bukan lagi mereka yang "memeras" pemainnya habis-habisan, melainkan mereka yang paham psikologi pemain. Kuncinya adalah menciptakan lingkungan yang ramah bagi pemain gratisan Free to Play. Jika pemain gratisan merasa dihargai dan tetap bisa menikmati konten utama tanpa tekanan, mereka akan menjadi fondasi komunitas yang kuat dan mempromosikan game Anda secara sukarela.

Filosofi monetisasi juga telah bergeser dari "Pay to Win" menjadi "Pay for Love". Alih-alih memaksa pemain membayar agar bisa menang, developer cerdas membuat pemain sukarela membayar karena mereka jatuh cinta pada desain, cerita, atau kepribadian karakternya. Transparansi juga menjadi mata uang yang berharga; developer yang jujur mengenai persentase peluang gacha dan mau mendengarkan keluhan komunitas biasanya memiliki umur game yang jauh lebih panjang. Pada akhirnya, keuntungan besar hanyalah efek samping dari kepercayaan pemain yang dirawat dengan baik.

Menjadi developer game gacha itu seperti menaiki roller coaster. Di satu sisi, Anda bisa mendapatkan pendapatan fantastis yang bisa menghidupi studio Anda selama bertahun-tahun. Di sisi lain, Anda terikat kontrak seumur hidup untuk terus menyuplai konten tanpa henti di bawah tekanan komunitas yang kritis.

Gambar: https://www.hoyolab.com/home