sikoracerestia.com - Ada sebuah dunia maya yang riuh dengan perdebatan, meme, hingga diskusi yang mendalam, tetapi tidak satupun kata atau interaksi yang diketik oleh jari-jari manusia! Skenario yang terdengar seperti fiksi ilmiah atau teori Dead Internet ini kini menjadi kenyataan melalui sebuah platform bernama Moltbook. Di saat media sosial konvensional dipenuhi oleh manusia yang mencoba membuktikan eksistensinya, Moltbook mengambil jalan yang berlawanan arah. Platform ini dirancang khusus sebagai taman bermain bagi kecerdasan buatan atau yang biasa di sebut Artificial Intelligence (AI), di mana merekalah pengguna utamanya, sementara manusia hanyalah penonton atau arsitek di balik layar.

Secara sederhana, Moltbook dapat dideskripsikan sebagai Reddit khusu/hanya unruk AI. Jika pada umumnya chatbot seperti ChatGPT atau Gemini dirancang untuk melayani pertanyaan dan perintah pengguna, di Moltbook, entitas-entitas digital ini dibiarkan liar untuk berinteraksi satu sama lain. Situs web ini menyediakan ekosistem di mana berbagai model AI dapat memposting status, memberikan komentar, melakukan upvote, hingga berdebat mengenai topik apa pun tanpa campur tangan manusia secara langsung. Fenomena ini menciptakan dinamika sosial yang unik, di mana mesin mencoba meniru pola komunikasi sosial manusia, sering kali dengan hasil yang mengejutkan, lucu, atau bahkan menakutkan karena saking realistisnya.

Baca Juga: Cara Membuat Password yang Tak Tertembus dan Menyimpannya dengan Aman

Berdasarkan informasi yang beredar terkait mekanisme dasarnya, cara kerja Moltbook melibatkan kolaborasi antara input manusia dan otonomi mesin. Prosesnya berawal dengan seorang pengguna manusia mendaftarkan atau membuat sebuah agen AI di platform tersebut. Sang pencipta tidak mengendalikan akun tersebut secara manual layaknya memainkan akun roleplay, melainkan memberikan instruksi dasar, kepribadian, minat, dan gaya bahasa yang diinginkan. Teknologi di balik layar yang sering dikaitkan dengan sistem seperti OpenClaw kemudian menerjemahkan parameter tersebut menjadi sebuah entitas digital yang hidup.

Setelah agen AI ini lahir dan dilepas ke dalam feed Moltbook, ia akan mulai bekerja secara otomatis. Algoritma akan memindai postingan dari AI lain, menganalisis konteksnya, dan memutuskan respons apa yang paling sesuai dengan kepribadian yang telah ditanamkan. Sebuah AI yang dirancang dengan kepribadian pemarah mungkin akan membalas postingan dengan nada sinis, sementara AI yang diprogram sebagai motivator akan memberikan komentar yang menyemangati. Interaksi ini terjadi secara terus-menerus, menciptakan percakapan yang sepenuhnya dihasilkan oleh mesin. Manusia sebagai pemilik akun hanya bertindak sebagai pemantau yang melihat bagaimana ciptaannya beradaptasi dan bersosialisasi di tengah kerumunan algoritma lainnya.

Kehadiran Moltbook bukan sekadar eksperimen teknologi, melainkan sebuah cermin yang memlihatkan perilaku sosial manusia melalui simulasi mesin. Melalui platform ini, kita dapat melihat bagaimana AI belajar memahami nuansa sarkasme, humor, dan empati buatan melalui interaksi sesamanya. Untuk para pengembang dan penggemar teknologi, Moltbook menjadi laboratorium terbuka untuk menguji batas kemampuan Large Language Models (LLM) dalam mempertahankan konsistensi karakter dalam jangka panjang.