sikoracerestia.com - Pernahkah Anda kebingungan di depan etalase percetakan digital saat petugas bertanya, "Mau pakai bahan apa, Kak?" Pertanyaan sederhana ini sering kali membuat pelanggan awam terdiam. Padahal, memilih jenis kertas bukan sekadar urussn harga, melainkan tentang bagaimana pesan visual Anda tersampaikan kepada penerima. Sebuah kartu nama yang dicetak di atas kertas tipis tentu memberikan kesan yang berbeda dibandingkan dengan yang dicetak di atas kertas bertekstur tebal nan elegan. Memahami karakteristik kertas adalah langkah fundamental dalam dunia desain grafis dan percetakan yang sering kali diremehkan, padahal dampaknya sangat signifikan terhadap hasil akhir prroduk Anda.

Kertas Starndar HVS dan Book Paper

Mari kita mulai dari yang paling akrab di kehidupan sehari-hari, yaitu HVS (Houtvrij Schrijfpapier). Kertas ini adalah bahan universal di dunia administrasi dan perkantoran. Dengan tekstur yang agak kasar dan daya serap tinta yang tinggi, HVS sangat ideal untuk mencetak dokumen teks, skripsi, atau buku tulis biasa. Namun, jika Anda berniat mencetak novel atau buku bacaan panjang, HVS bukanlah pilihan terbaik karena warnanya yang putih terang bisa memantulkan cahaya dan membuat mata cepat lelah. Di sinilah peran Book Paper atau kertas buram premium mengambil alih. Book Paper memiliki karakteristik warna sedikit kekuningan atau cream dan bobot yang lebih ringan daripada HVS. Tekstur ini dirancang khusus untuk kenyamanan mata pembaca dalam durasi lama, menjadikannya standar dalam industri penerbitan novel atau buku.

Beralih ke kebutuhan promosi visual, kita akan bertemu dengan primadona dunia percetakan berwarna Art Paper dan Art Carton. Kedua jenis kertas ini memiliki permukaan yang licin, halus, dan sedikit mengilap karena adanya lapisan coating. Perbedaan utamanya terletak pada ketebalan atau gramasi. Art Paper biasanya memiliki gramasi yang lebih tipis yaitu sekitar 85gr hingga 150gr dan sering digunakan untuk mencetak brosur, poster, majalah, atau bagian isi profil perusahaan. Sifatnya yang tidak mudah menyerap air membuat hasil cetakan gambar menjadi sangat tajam dan cerah.

Kertas Promosi Art Paper/Art Carton

Di sisi lain, saudaranya yang lebih tebal adalah Art Carton. Dengan ketebalan mulai dari 190gr hingga 310gr, kertas ini jauh lebih kaku dan kokoh. Art Carton adalah pilihan utama untuk mencetak kartu nama, sampul buku, poster, hingga kalender meja. Karena ketebalannya, kertas ini sering kali membutuhkan proses finishing tambahan seperti laminasi doff (kusam elegan) atau glossy (mengilap) agar tinta tidak pecah saat kertas ditekuk atau dilipat.

Kertas Bertekstur dan Premium Fancy Paper

Jika Anda ingin memberikan sentuhan kemewahan dan eksklusivitas, maka kategori Fancy Paper adalah jawabannya. Jenis ini mencakup varian seperti kertas Linen, Concorde, dan BW (Blues White). Kertas Linen memiliki tekstur garis-garis halus menyerupai kain, memberikan nuansa artistik yang sering dipakai untuk sertifikat atau kartu undangan pernikahan. Sementara itu, kertas Concorde memiliki tkekstur serat garis yang sedikit lebih kasar dan abstrak, sering digunakan untuk kop surat perusahaan yang ingin terlihat formal namun dinamis. Kertas BW, meskipun mirip dengan Art Carton, memiliki permukaan yang tidak licin, sehingga lebih mudah ditulisi dengan pulpen biasa, menjadikannya favorit untuk kartu nama bisnis yang memerlukan catatan tangan atau stempel.

Kertas Kemasan Duplex dan Ivory

Dalam dunia pengemasan produk atau packaging, kekuatan dan estetika harus berjalan beriringan. Di sinilah kertas Duplex dan Ivory bermain peran. Anda pasti sering melihat kertas Duplex pada kotak nasi katering atau dus kue; ciri khasnya adalah satu sisi berwarna putih, sementara sisi belakangnya berwarna abu-abu gelap. Kertas ini ekonomis namun cukup kuat untuk menahan beban makanan.

Sebaliknya, jika Anda melihat kotak kosmetik atau kemasan makanan fast food yang terlihat lebih bersih dan premium, kemungkinan besar itu adalah kertas Ivory. Kertas Ivory memiliki dua sisi yang sama-sama putih, namun hanya satu sisi yang licin, sementara sisi lainnya sedikit kesat. Sifat ini membuatnya terlihat jauh lebih higienis dan mahal dibandingkan Duplex, sehingga sering dipilih oleh jenama makanan dan produk kecantikan untuk meningkatkan nilai jual produk mereka.

Memilih jenis kertas yang tepat adalah perpaduan antara fungsi, estetika, dan anggaran. Kesalahan dalam memilih bahan tidak hanya membuang biaya, tetapi juga dapat menurunkan citra profesionalitas yang ingin Anda bangun. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mencetak dalam jumlah banyak, sangat disarankan untuk meminta sampel fisik (dummmy) kepada pihak percetakan. Dengan menyentuh langsung tekstur dan melihat ketebalannya, Anda dapat memastikan bahwa visi desain Anda terwujud sempurna di dunia nyata. Jadilah konsumen cerdas yang tidak hanya peduli pada desain grafis, tetapi juga pada media tempat desain tersebut hidup.